Cara Mengerjai Pelaku Phising Biar Kapok

Akhir-akhir ini banyak sekali orang yang membuat web phising dengan tujuan buruk. Maka dari itu kita perlu mencegahnya dengan cara mengerjai pelaku phising. Tujuannya agar mereka kapok sehingga tidak bermain phising lagi.

Berikut ada 3 cara yang dapat kita lakukan untuk membuat jera para pelaku phising.

1. Mengerjai pelaku phising dengan mengirimkan data palsu

Sudah tahu kan kalau setiap data yang kita masukkan di halaman phising akan dikirimkan ke pelaku?

Untuk mengerjai phiser, kita tinggal masukkan saja email dan kata sandi yang salah atau asal. Jadi pas nanti phiser cek, datanya tidak valid sehingga membuang waktu mereka.

Contoh kasusnya begini:

Misalnya kamu menemukan phising dengan tampilan facebook. Jadi data yang diincar pelaku adalah email dan kata sandi facebook.

Kalau kamu ingin memasukkan data yang salah, maka tuliskan email asal dan kata sandi asal. Intinya email dan kata sandi tersebut bukanlah milik kamu atau milik pengguna facebook lain.

Sudah paham kan? Kalau iya, sekarang lanjut ke langkah-langkah mengirimkan data palsu ke pelaku phising.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka halaman phising yang kamu temui
  2. Masuk ke halaman login dari phising tersebut
  3. Tuliskan email dan kata sandi asal di halaman login
  4. Tekan tombol kirim

2. Mengerjai pelaku phising dengan mengirim spam

Caranya sama seperti mengirimkan data palsu, hanya saja pengirimannya dilakukan secara berulang-ulang.

Apabila kita bisa mengirimkannya sampai ratusan, maka si pelaku phising akan mencari satu-persatu untuk menemukan data yang valid. Dengan begitu waktu mereka akan terbuang untuk hasil yang sia-sia.

Agar bisa mengirimkan data palsu secara masal atau spam, gunakan trik berikut:

Setelah menekan tombol kirim di halaman login phising, segera tekan lagi tombol kirim tersebut. Intinya jangan sampai loading selesai.

Tekan kirim saat loading baru 1/3 bar atau maksimal 1/2 bar.

Semakin banyak menekan kirim maka semakin banyak pula data yang dikirimkan.

Agar semua data yang terkirim tidak sama, kamu bisa memasukkan email yang berbeda setelah mengirimkan beberapa data.

Yang terpenting pada kolom email harus tercantum @. Selain itu boleh asal, contohnya a@ku, xx@zz, dll.

3. Mengerjai phiser dengan membuat websitenya down

Apa hubungannya phising dengan website?

Berdasarkan data saat ini, bentuk phising banyak ditemukan dalam bentuk website sehingga sering disebut dengan web phising.

Nah, kalau websitenya down, otomatis phising tidak akan bekerja.

Saat website down maka website tersebut tidak bisa diakses atau dibuka sehingga pelaku phising tidak akan mendapatkan mangsa.

Untuk membuat website down, kamu bisa menggunakan cara berikut:

  • Auto visitors
  • Jiggling
  • DDOS

Dari semua cara tersebut, intinya adalah membuat pengunjung palsu sehingga website kelebihan kapasitas.

Contoh mudahnya begini:

Misal website A hanya mampu menampung 10 visitors. Maka ketika ada 11 orang yang mengakses website A secara bersamaan, website A akan down.

Setiap website memiliki daya tampung pengunjung masing-masing tergantung dari hosting yang digunakan. Seperti halnya website ini, saat ada puluhan ribu pengunjung yang mengakses secara bersamaan, maka bisa saja website ini down.

Tetapi website sekelas phising biasanya tidak memiliki daya tampung yang banyak sehingga sangat mudah untuk dibuat down.

Nah, untuk auto visitor, jiggling, dan DDOS sudah banyak website yang menyediakan jasa tersebut di google. Kamu cukup ketik website auto visitor, website jiggling, atau sejenisnya di pencarian google. Selanjutnya tinggal cantumkan website tujuan dan mulai aksimu.

Kesimpulan

Intinya, semua cara mengerjai pelaku phising di atas tujuannya adalah membuat hasil phising yang asli tertimpa dengan data paslu. Dengan begitu phiser akan kesulitan untuk menemukan data dari korban phising yang sebenarnya.

Apabila kalian ingin langsung memberantas kejahatan phising, kalian bisa ikuti panduan melaporkan web phising ke google.

Website yang terindikasi phising akan langsung diblokir dan mendapatkan tanda tidak aman ketika ada pengguna internet yang mengaksesnya.

Baik, sekian dulu pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat.